Selasa, 12 Januari 2016

Metode Penelitian

Metode penelitian dalam psikologi pendidikan


1.      Metode Penelitian Yang Digunakan Dalam Pendidikan 
tim psikologi yogyakarta quantum nusa konsultan
beberapa metode penelitian yang sering digunakan dalam Psikologi Pendidikan
  Menurut Santrock (2009) ada tiga metode dasar yang digunakan untuk mengumpulkan  
   informasi dalam psikologi pendidikan adalah deskriptif, korelasional, dan eksperimental.
            1.    Penelitian deskriptif
 Penelitian deskriptif mempunyai tujuan mengamati dan merekam prilaku. Sebagai    contoh, seorang psikolog pendidikan mungkin mengamati sejauh mana anak-anak bersikap agresif di dalam kelas atau mewawancarai para guru tentang sikap mereka terhadap satu jenis strategi mengajar tertentu. Dengan sendirinya, penelitian deskriptif tidak bisa membuktikan apa yang menyebabkan beberapa fenomena, tetapi penelitian ini bisa memperlihatkan informasi penting tentang prilaku dan sikap orang-orang. (Lammers & Badia, 2005; Leary, 2004). Penelitian deskriptif menggunakan observasi, wawancara dan kuesioner, tes terstandarisasi, studi kasus, studi etnografis.
            2.    Penelitian korelasional
Tujuan penelitian korelasional adalah untuk mendeskripsikan kekuatan hubungan antara dua atau lebih peristiwa atau sifat. Penelitian korelasional sangatlah bermanfaat
 biro psikologi di yogyakarta dan lampung quantum nusa konsultan www.quantumnusa.com
karena semakin kuat dua peristiwa berkorelasi (berhubungan atau keterkaitan), semakin efektif kita bisa mempredeksikan satu dari yang lain. (Sprinthall, 2007). Sebagai contoh, apabila para peneliti mengetahui bahwa para pengajar yang permisif dan kurang melibatkan siswa mungkin salah satu penyebab kurangnya pengendalian diri.
            Namun, korelasi itu sendiri tidak sama dengan hubungan sebab akibat (Vogt, 2007). Penemuan korelasional yang baru saja disebutkan tidak berarti bahwa pengajaran yang permisif selalu menyebabkan pengendalian siswa yang rendah.
            3.   Penelitian eksperimental
Penelitian eksperimental memungkinkan para psikolog pendidikan untuk menentukan sebab-sebab prilaku. Psikolog pendidikan menyelesaikan tugas ini dengan melakukan sebuah eksperimen, sebuah prosedur yang diatur dengan seksama di mana satu atau lebih dari faktor-faktor yang diyakini mempengaruhi perilaku, dipelajari dengan cara dimanipulasi dan semua faktor yang lain tetep sama. Apabila perilaku yang sedang dipelajari berubah ketika semua faktor dimanipulasi, kita berkata bahwa faktor yang dimanipulasi menyebabkan perilaku tersebut berubah.
Dalam penelitian eksperimental objek yang akan diteliti dibagi ke dalam dua kelompok, yakni: 1) kelompok percobaan (eksperimental group); 2) kelompok pembanding (control group). Kelompok percobaan terdiri atas sejumlah orang yang tingkah lakunya diteliti dengan perlakukan khusus dalam arti sesuai dengan data yang akan dihimpun. Kelompok pembanding juga terdiri atas objek yang jumlah dan karakteristiknya sama dengan kelompok percobaan, tetapi tingkah lakunya tidak diteliti dalam arti tidak diberi perlakuan (treatment) seperti yang diberikan kepada kelompok percobaan. Setelah eksperimen usai, data dari kelompok percobaan tadi dibandingkan dengan data dari kelompok pembanding, lalu dianalisis, ditafsirkan, dan disimpulkan dengan teknik statistik tertentu. Karena data dan informasi yang dihimpun melalui metode ini lebih bersifat definitif (pasti) dan lebih saintifik (ilmiah) jika dibandingkan dengan data dan informasi yang dihimpun melalui penggunaan-penggunaan metode lainnya.
Sumber acuan :
Santrock, Jhon W. (2008). Educational Phschology. Penerjemah Diana Angelica. Psikologi pendidikan. (2009). Jakarta: Salemba Humanika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar