1.
Metode
Penelitian Yang Digunakan Dalam Pendidikan
tim psikologi yogyakarta quantum nusa konsultan
beberapa metode penelitian yang
sering digunakan dalam Psikologi Pendidikan
Menurut
Santrock (2009) ada tiga metode dasar yang digunakan untuk mengumpulkan
informasi
dalam psikologi pendidikan adalah deskriptif, korelasional, dan eksperimental.
1. Penelitian
deskriptif
Penelitian deskriptif mempunyai
tujuan mengamati dan merekam prilaku. Sebagai contoh, seorang psikolog pendidikan mungkin
mengamati sejauh mana anak-anak bersikap agresif di dalam kelas atau
mewawancarai para guru tentang sikap mereka terhadap satu jenis strategi
mengajar tertentu. Dengan sendirinya, penelitian deskriptif tidak bisa
membuktikan apa yang menyebabkan beberapa fenomena, tetapi penelitian ini bisa
memperlihatkan informasi penting tentang prilaku dan sikap orang-orang.
(Lammers & Badia, 2005; Leary, 2004). Penelitian deskriptif menggunakan observasi,
wawancara dan kuesioner, tes terstandarisasi, studi kasus, studi etnografis.
2. Penelitian
korelasional
Tujuan penelitian korelasional adalah untuk mendeskripsikan kekuatan
hubungan antara dua atau lebih peristiwa atau sifat. Penelitian korelasional
sangatlah bermanfaat
biro psikologi di yogyakarta dan lampung quantum nusa konsultan www.quantumnusa.com
karena semakin kuat dua peristiwa berkorelasi (berhubungan atau
keterkaitan), semakin efektif kita bisa mempredeksikan satu dari yang lain.
(Sprinthall, 2007). Sebagai contoh, apabila para peneliti mengetahui bahwa para
pengajar yang permisif dan kurang melibatkan siswa mungkin salah satu penyebab
kurangnya pengendalian diri.
Namun, korelasi itu
sendiri tidak sama dengan hubungan sebab akibat (Vogt, 2007). Penemuan
korelasional yang baru saja disebutkan tidak berarti bahwa pengajaran yang
permisif selalu menyebabkan pengendalian siswa yang rendah.
3. Penelitian
eksperimental
Penelitian eksperimental memungkinkan para psikolog pendidikan untuk
menentukan sebab-sebab prilaku. Psikolog pendidikan menyelesaikan tugas ini
dengan melakukan sebuah eksperimen, sebuah prosedur yang diatur dengan
seksama di mana satu atau lebih dari faktor-faktor yang diyakini mempengaruhi
perilaku, dipelajari dengan cara dimanipulasi dan semua faktor yang lain tetep
sama. Apabila perilaku yang sedang dipelajari berubah ketika semua faktor
dimanipulasi, kita berkata bahwa faktor yang dimanipulasi menyebabkan perilaku
tersebut berubah.
Dalam
penelitian eksperimental objek yang akan diteliti dibagi ke dalam dua kelompok,
yakni: 1) kelompok percobaan (eksperimental group); 2) kelompok
pembanding (control group). Kelompok percobaan terdiri atas sejumlah
orang yang tingkah lakunya diteliti dengan perlakukan khusus dalam arti sesuai
dengan data yang akan dihimpun. Kelompok pembanding juga terdiri atas objek
yang jumlah dan karakteristiknya sama dengan kelompok percobaan, tetapi tingkah
lakunya tidak diteliti dalam arti tidak diberi perlakuan (treatment) seperti
yang diberikan kepada kelompok percobaan. Setelah eksperimen usai, data dari
kelompok percobaan tadi dibandingkan dengan data dari kelompok pembanding, lalu
dianalisis, ditafsirkan, dan disimpulkan dengan teknik statistik tertentu. Karena
data dan informasi yang dihimpun melalui metode ini lebih bersifat definitif
(pasti) dan lebih saintifik (ilmiah) jika dibandingkan dengan data dan
informasi yang dihimpun melalui penggunaan-penggunaan metode lainnya.
Sumber acuan :
Santrock, Jhon W. (2008). Educational
Phschology. Penerjemah Diana Angelica. Psikologi pendidikan. (2009).
Jakarta: Salemba Humanika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar